Gua Kare, Kemolekan Tersembunyi, Pamotan - Belum tidak sedikit yg tahu, di atas perbukitan sebelah timur desa Pamotan Kec. Pamotan, ada dua buah gua yg patut jadi wisata alam. Namanya Gua Kare. Di dalam gua terdapat temuan mengejutkan.


Pekan pagi (27 Desember 2015) banyaknya group penggemar alam Rembang, Pati & Semarang ikut ambil sektor dalam aktivitas menyusuri gua Kare. Seandainya ditempuh dari Koramil Pamotan, menuju ke arah timur, sepeda motor sanggup naik. Tetapi buat hingga ke Gua Kare, motor musti diparkir lalu. Sesudah itu visitor terjadi kaki sejauh 300 an meter.
Ada dua gua, menyebar di sebelah barat & timur. Mempunyai panjang yg pass & tidak sedikit ditemukan kelelawar. Husus gua sudut timur, jauh lebih luas. Namun berhubung visitor tak melengkapi media keamanan seperti helm & lampu penerangan, rata rata mereka cuma menonton perhatikan hingga radius 50 – 100 meter.

Sarah Wulan, salah satu siswi SMA N Lasem yg ikut dalam gerakan jelajah tersebut mengaku penasaran mau menyaksikan lebih dalam lagi. Meskipun belum mampu, dirinya masihlah merasa puas, telah merasakan keindahan gua. Tuturnya, situasi tetap original & hawa pun segar. Paling tak, serasi buat mencari keringat. Perawan penduduk desa Gedongmulyo Kec. Lasem ini meneruskan yg paling asyik, dapat berfoto selfie bareng bareng temannya di dalam Gua Kare.

Nurrohmat “Somad”, pegiat lingkungan masyarakat desa Waru Rembang mengaku baru kali mula-mula ini datang ke Gua Kare. Disaat mendengar ada kegiatan susur gua, beliau serentak tertarik ikut bergabung.

Menurut narasi turun temurun dari penduduk setempat, lalu Gua Kare sempat ditambang. Tetapi sebab kawasan yg tetap ikut lokasi Perhutani itu dilarang ada penambangan, pengambilan batu fosfat telah lama berakhir.

Somad mengungkapkan di dalam Gua Kare terdapat sekian banyak fosil batu karang, menguatkan dugaan bahwa kepada era dulu ruang tersebut yakni lautan. Entah sebab bencana alam atau aspek apa, jadi beralih seperti kini. Jelasnya, Gua Kare satu buah destinasi langka di Rembang, pantas sekiranya Pemerintah Kab ikut memikirkan, dengan cara apa kedepan keberadaan Gua Kare lebih dikenal luas.

Selepas susur gua, pegiat lingkungan dari Kalal Rembang menanam bibit pohon sirsak manis. Seandainya telah berbuah, mampu jadi makanan kelelawar. Seken biji biji sirsak yg dikonsumsi kelelawar, di harapkan bakal tersebar & tumbuh dengan cara alami di lingkungan kurang lebih gua.